MADIUN - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Ibu Dra. Siti Zubaidah MH, Kamis, 19 Agustus 2021 berkenan membuka secara resmi kegiatan Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan Berbasis Profil Pelajar Pancasila yang diselenggarakan oleh PKBM KA-ER selama 2 hari. Hadir mendampingi Kepala Dinas Ibu Dra. Siti Zubaidah, MH, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Bapak Prapto Purnomo, S.Pd, M.Pd, Kasi Dikmas Ibu Dwinar Wulandari, S.Pd yang diwakili Ibu Elli Sofa Wardani, Penilik PLS Kecamatan Balerejo Bapak Djoko Supeno, S.Sos, dari Dewan Pendidikan Kabupaten Madiun Ibu Ira Yuni Nawangsari, S.Pd dan Pak Tiyok dari Kelembagaan dengan nara sumber Bapak DR. Firsta Bagus Sugiarto, S.Pd, M.Pd dan Ibu Reni Wahyu Eka Sayekti, S.Pd, M.Pd. 





KETUA PKBM KAER Kak Monica Selvia Arni, S.I.Kom
dalam laporannya menjelaskan bahwa  PKBM KA-ER saat ini terpilih menjadi pilot project  Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013 Pendidikan Kesetaraan yang merupakan program dari Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus (PMPK), Direktorat Jenderal PAUD dan Dikdasmen yang bertujuan agar PKBM KAER dapat menyelenggarakan pendidikan kesetaraan sesuai kebijakan terkini dan dapat dijadikan contoh yang baik bagi satuan pendidikan lainnya. “Satuan pendidikan nonformal se-Indonesia yang menjadi pilot project ini berjumlah 100 lembaga, termasuk salah satunya, Alhamdulillah adalah PKBM KAER dari Kabupaten Madiun,”jelasnya. 







LEBIH LANJUT
dilaporkan bahwa tujuan akhir dari program implementasi dan adaptasi tersebut adalah satuan pendidikan menyusun Dokumen I KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan), mengembangkan kurikulum muatan kelompok khusus, yaitu mata pelajaran pemberdayaan, keterampilan pilihan, dan keterampilan khusus, serta menulis modul berbasis profil pelajar Pancasila sesuai dengan rumusan pengembangan kurikulum muatan khusus. “Untuk Penyusunan Dokumen I KTSP di PKBM KAER, kami awali hari ini Kamis 19 Agustus 2021 dan besok Jum’at 20 Agustus 2021, dengan kegiatan  Implementasi dan Adaptasi Kurikulum 2013 Pendidikan kesetaraan. Kami menggandeng narasumber Bapak DR. Bagus Sugianto, S.Pd, M.Pd dari Universitas Tribhuwana Tunggadewi, dan  Ibu Reni Wahyu Eka Sayekti, S.Pd, M.Pd yang merupakan Asesor Badan Akreditasi Nasional PAUD dan PNF,”ungkapnya.




MENURUT Kak Monica Selvia Arni, S.I.Kom
, pada kegiatan yang dilaksanakan tersebut,  peserta dibentuk tim pengembang kurikulum yang akan melakukan analisis konteks dan merumuskan Dokumen I KTSP serta merumuskan pengembangan kurikulum muatan kelompok khusus, yaitu mata pelajaran pemberdayaan, keterampilan pilihan, dan keterampilan khusus.  Metode yang digunakan PKBM KAER  dalam menganalisis konteks lingkungan satuan pendidikan adalah dengan menggunakan metode pentagonal asset dengan melibatkan berbagai pihak, baik intenal maupun eksternal. Analisis konteks ini dilakukan dengan cara rapat internal, mengundang dari Dinas Pendidikan, Penilik, DUDI, dan Tutor Mata pelajaran. Setelah melakukan tahapan rapat internal, tim pengembang kurikulum PKBM KAER  melakukan revisi Dokumen I KTSP dan modul berdasarkan masukan dan saran yang diberikan pada acara rapat internal. 





“TAHAPAN
berikutnya yang harus  kami lakukan adalah ujicoba terbatas kurikulum dan modul dengan melibatkan forum tutor di Madiun. Kegiatan ini Insya Allah akan kami laksanakan pada bulan September 2021 mendatang. Pada kegiatan ini PKBM KAER akan melakukan uji coba keterbacaan dokumen, keterlaksanaannya, refleksi dan finalisasi. Setelah melakukan ujicoba terbatas, PKBM KAER akan melakukan pengimbasan pada bulan Oktober 2021 mendatang. Pengimbasan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada satuan pendidikan di sekitarnya terkait dengan pengembangan kurikulum  kesetaraan yang dilakukan oleh PKBM KAER kepada PKBM-PKBM lain di wilayah Madiun dan sekitarnya,” demikian Ketua PKBM KA-ER Kak Monica Selvia Arni, S.I.Kom.  (AGUNG).