MADIUN (PKBMKA-ER.SCH.ID)
- Kesenian Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang patut dilestarikan. Bahkan kesenian tersebut sudah tidak asing lagi bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan di PKBM KA-ER. Tergabung dalam Grup Reyog "Mbah Pucang Krido Budoyo", antusias peserta didik mengikuti ekstrakurikuler reyog Jum'at (10/03/2023) hari ini sangat tinggi. 




"SESUAI
bakatnya peserta didik dikelompokkan menjadi beberapa peran dalam sebuah grup. Peran penari yang terdiri dari jathil, bujangganong, kelana sewandana dan pembarong. Kemudiana peran sebagai pengiring, yaitu mereka yang bertugas menabuh alat musik pengiring reyog. Bakat alami yang dimiliki peserta didik sekolah paket kesetaraan ini sangat membantu kelancaran ekstrakurikuler reyog di PKBM KA-ER," jelas Ketua PKBM KA-ER Ibu Monica Selvia Arni didampingi jajaran pengelola Pak Agung, Bu Tun, Pak Diyan, Bu Eka, Bu Yeni dan Bu Wike di lokasi latihan.   




MENURUT
 keterangan Ketua PKBM KA-ER Monica Selvia Arni, S.I.Kom, kegiatan Ekskul ini dilaksanakan setiap hari Jum'at yang bertempat di halaman PKBM KA-ER. "Dengan menggandeng beberapa seniman reog di daerah sekitar sebagai pelatih,  PKBM KA-ER sudah sejak 3 tahun yang lalu melaksanakan ekstra kurikuler reyog tersebut," ungkap Ibu Monica.  




"SEHINGGA
ekstra kurikuler reyog ini tetap eksis walau setiap tahun pemainnya selalu berganti karena sudah lulus sekolahnya. Semoga dengan ekstrakurikuler reyog ini, PKBM KA-ER (KRIDA RAKYAT) dapat menjadi wadah pengembangan bakat seni bagi peserta didik sekaligus dapat melestarikan kesenian ini agar tidak punah dimakan zaman," tambah Ibu Monica Selvia Arni sambil menunjukkan para tutor yang mendampingi kegiatan ekstra sore itu yakni Bu Mur, Bu Bella, Bu Mariana Ulfa, Bu Mei Wulandari, Bu Lia Ristiana Dewi, Bu Budiati, Bu Samsiatik dan Devi Novita Sari. (atm).