PKBM KA-ER, Rabu 9 September 2026 - Murid Paket C PKBM KA-ER (Krida Rakyat) hari ini aromanya beda. Ada singkong, tempe, kopi, dan gula aren di meja diskusi. Bukan untuk dimakan saja, tapi jadi bahan belajar menulis. Ini terjadi dalam Pembelajaran Tatap Muka bertema "Mengenalkan Produk Pangan Lokal Indonesia". Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, murid Paket C PKBM KA-ER (Krida Rakyat) belajar materi "Menulis Teks Argumentasi" bersama Tutor Ibu Wahyu Fatonah, S.I.Kom.

Dalam pembelajaran ini, murid Paket C PKBM KA-ER (Krida Rakyat) diajak untuk berargumen secara logis dan meyakinkan agar masyarakat mau bangga dan membeli produk pangan lokal. Suasana kelas seperti "Pameran Produk Lokal". Tiap kelompok membawa 1 produk: keripik singkong, gula kelapa, kopi robusta, tempe, dan sambal pecel. Tugasnya membuat teks argumentasi 3 paragraf untuk "menjual" produknya.

Ibu Wahyu Fatonah, S.I.Kom. menjelaskan struktur teks argumentasi: `Pernyataan pendapat → Argumentasi → Penegasan ulang`. Data bisa dari BPS, Kemendag, atau wawancara petani. Kata kunci: `karena, faktanya, berdasarkan, oleh karena itu`. Teks ini sangat bisa dipakai untuk caption jualan dan kampanye.

Pembelajaran ditutup dengan "Orasi Produk Lokal". Tiap murid maju 1 menit mempresentasikan teks argumentasinya. Murid Paket C PKBM KA-ER (Krida Rakyat) diharapkan kritis, cinta produk negeri, dan terampil menulis. (Humas KAER)